![]() |
| Minyak Tanami Tanamu untuk Keloid |
Keloid adalah penyakit kulit yang terjadi akibat pertumbuhan jaringan luka yang tidak normal atau berlebih setelah pulihnya cedera atau luka yang dalam.
Keloid merupakan lesi kulit berserat yang tidak berpotensi menjadi ganas. Jaringan luka, yang juga dikenal sebagai jaringan fibrosa, tumbuh untuk memperbaiki dan memperbarui kulit setelah cedera. Namun, dalam beberapa kasus, jaringan luka tumbuh menjadi terlalu besar, sehingga timbul keloid. Studi telah membuktikan bahwa hal ini terjadi ketika mekanisme perbaikan tubuh kehilangan kendali sehingga terjadi proses pemulihan luka yang tidak normal.
Keloid berukuran jauh lebih besar dari bekas luka atau luka. Terkadang keloid dianggap sebagai bekas luka hipertrofi. Perbedaan utama di antara keduanya adalah bekas luka hipertrofi dapat lebih mudah hilang seiring berjalannya waktu sedangkan keloid biasanya bertahan sampai bertahun-tahun. Namun, kedua penyakit kulit ini disebabkan oleh kelebihan pertumbuhan jaringan yang dihasilkan tubuh saat regenerasi jaringan.
Keloid biasanya tumbuh satu tahun setelah luka terjadi. Walaupun dapat tumbuh di semua bagian tubuh, keloid lebih sering ditemukan di bagian tubuh yang sering terkena tekanan seperti dada atas, lengan, dan bagian depan leher. Keloid juga biasanya tumbuh ketika bekas luka ada di bagian tubuh yang melewati garis tekanan kulit. Walaupun tidak membahayakan kesehatan, keloid biasanya menyebabkan masalah kecantikan.
Penyebab Keloid
Keloid biasanya diderita oleh pasien berusia 10-20 tahun dan berdasarkan penelitian, sampai 15% luka akan menyebabkan keloid. Keloid dikenal sebagai penyakit bawaan, yang berarti keloid diwariskan secara turun temurun dalam keluarga. Orang Afrika Amerika, Asia, dan Hispanik memiliki tingkat risiko terkena keloid yang lebih tinggi karena kulit mereka mengandung banyak pigmen atau zat warna. Mereka memiliki kemungkinan terkena keloid yang 15 kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang dengan kulit yang jumlah pigmennya lebih sedikit.
Beberapa jenis luka juga lebih berisiko untuk tumbuh menjadi keloid, yaitu:
Jerawat
Luka bakar
Cacar air
Garukan
Tindik telinga
Sayatan yang dibuat saat operasi
Bekas suntik vaksinasi
Gejala Utama Keloid
Berikut ini adalah tanda-tanda dari keloid:
😀 Berwarna cerah, merah muda, atau
merah
😀 Menonjol (benjolan) atau berkerut
Gatal
😀 Lunak
😀 Mudah mengalami iritasi apabila
terkena gesekan
😀 Terus bertambah besar
😀 Warnanya menjadi lebih gelap dari kulit
sekitarnya ketika terkena sinar
matahari
Apabila terasa gatal, berarti keloid sama sekali tidak berbahaya.
Kekhawatiran utama mengenai keloid biasanya berkaitan dengan kecantikan, terutama apabila keloid tumbuh di bagian tubuh yang mudah terlihat, seperti wajah.
Siapa yang Harus Ditemui dan Jenis Pengobatan yang Tersedia
Keloid tidak menyebabkan risiko kesehatan yang serius dan biasanya tidak membutuhkan penanganan medis. Namun, apabila Anda merasa terganggu dengan adanya keloid, apalagi jika terus bertambah besar sampai dirasa bermasalah, sebaiknya Anda menemui ahli kesehatan.
Operasi pengangkatan keloid memiliki risiko kemungkinan keloid tumbuh kembali antara 45-100%...
Apa salahnya mencoba cara aman yaitu dengan menggunakan produk PANCA TAMBA WARAS yaitu:
1. Minyak KUTUSKUTUS
2. Minyak Tanamu Tanami
3. Sabun Kalila Kalila
4. Sabun Tanamu Tanami
5. Bubuk ajaib
Kulit yg terkena keloid sarafnya terganggu, nyeri panas, meriang, terkadang kulit tegang/ kaku, pada saat mandi pergunakan secara bergantian SABUN KALILA KALILA (SKK) dan SABUN TANAMU TANAMI, ini digunakan dalam proses penyembuhan & perawatan, trauma di saraf dikulit.
Setiap hari balur MINYAK KUTUSKUTUS mix BUBUK yg hangat, min 3x/ hari,
Sekitar 6 bulan.
Kalau sdh penyembuhan 60% pergunakan MTT utk mulus dan membuat kulit sewarna.

No comments:
Post a Comment